Selasa, 25 Mei 2021

Pengelolaan Pengetahunan Perhutanan Sosial

 

5 Seri-Pendampingan PS

1. SERI-1 PENDAMPINGAN TAHAP AWAL
● Sosialisasi izin perhutanan sosial   

● Pendataan potensi
● Penguatan Kelembagaan KPS dan KUPS

● Pengembangan usaha KUPS
● Peningkatan sumber daya manusia

2. SERI-2 PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN HUTAN DAN LINGKUNGAN

 ● Rapat kesepakatan batas (Situasional)

● Penandaan batas izin PS

        ● Pembuatan dan penandaan blok /
          zonasi

        3. SERI-3 KERJA SAMA, AKSES PERMODALAN
           DAN AKSES PASAR
          ● Kerja sama PS
          ● Akses permodalan PS
          ● Akses pasar komoditas dan jasa PS

       4. SERI-4 PENGELOLAAN PENGETAHUAN
          ● Perencanaan
          ● Pelaksanaan
          ● Pemantauan

       5. SERI-5 MONITORING DAN EVALUASI  
         ● Persiapan monev
         ● Pelaksanaan monev
         ● Penyusunan laporan monev



BAB 1 PENDAHULUAN

Pengelolaan pengetahuan merupakan proses yang dimulai dari perencanaan, implementasi dan pemantauan. 

Pengelolaan   pengetahuan  tidak  dapat   berdiri  sendiri sebagai  satu  tahapan kerja, namun  bersifat  lintas sektor, ada  pada  setiap tahapan implementasi  pasca izin perhutanan sosial.

Maksud & Tujuan

● Menyusun    perencanaan   yang menjadi  acuan bagi pendamping PS untuk pengelolaan pengetahuan
●Menuliskan dan menyebarluaskan pembelajaran dari lapangan

Merefleksikan    antara    perencanaan dengan   realisasi, faktor pendukung dan penghambat, dan  aksi selanjutnya  untuk
   memperbaiki/mengembangkan pengelolaan pengetahuan.

Keluaran
● Dokumen strategi perencanaan pengelolaan pengetahuan

● Dokumen pembelajaran & pengetahuan baru berdasarkan  fakta dan pengalaman lapangan
.
● Catatan pemantauan proses pendampingan yang akan dimasukkan  dalam Laporan KPS/KUPS

BAB 2 TAHAPAN PENGELOLAAN PENGETAHUAN
  ● Perencanaan
 
Pelaksanaan
 
Pemantauan



PERENCANAAN
 Pada tahap  ini pendamping diharapkan   menyusun  peta  jalan  pengelolaan  pengetahuan bersama-sama  KPS.

Tujuan
 Menyusun  perencanaan yang menjadi acuan  bagi pendamping KPS untuk pengelolaan pengetahuan baik ditingkat pendamping maupun ditingkat KPS

Keluaran
Dokumen perencanaan pengelolaan pengetahuan dalam periode satu tahun.

Para Pihak
● Pendamping Perhutanan Sosial

● Anggota KPS dan KUPS

PELAKSANAAN

Pelaksanaan  dalam  pengelolaan pengetahuan  merupakan   cara-cara  yang dilaksanakan dalam menghasilkan tugas-tugas yang telah direncanakan

Tujuan
Menuliskan pembelajaran dari lapangan  sesuai dengan fakta dan pengalaman lapangan.

Keluaran
KPS: adanya   dokumen   informasi  pengetahuan  baru   yang   ditulis  oleh pendamping berdasarkan  fakta dan pengalaman dari KPS dan KUPS.

Pendamping: adanya dokumen informasi pengetahuan baru yang ditulis oleh pendamping berdasarkan fakta dan pengalaman pendampingan di lapangan

Para Pihak
● Pendamping Perhutanan Sosial

● Anggota KPS dan KUPS

● Tenaga ahli pengelolaan pengetahuan/akademisi (jika dibutuhkan)
Pendamping Perhutanan Sosial Anggota KPS dan KUPS Tenaga ahli pengelolaan pengetahuan/akademisi (jika dibutuhkan)

1. FAKTA
2. DATA
3. INFORMASI
4.PENGETAHUAN

FAKTA
Adalah kejadian yg teramati
DATA
Adalah fakta yg tercatat
INFORMASI
Adalah fakta dan data yg terungkap

PENGETAHUAN
Adalah campuran informasi, pengalaman, nilai-nilai, dan wawasan yang bersemayam di dokumentasi tertulis (eksplisit) dan benak (tacit)

PENGELOLAAN PENGETAHUAN
●Pengumpulan Data 
   Pengumpulan Data Di Tingkat Kps Dan  Kups
● Menulis Pembelajaran
     Kaidah 5w+1h
● Jenis Penulisan Pembelajaran

● Penyebarluasan Pembelajaran
   penyebaran Melalui Saluran Komunikasi 

● Etika Penyebarluasan Informasi
    9 Etika Penyebarluasan Informasi

PEMANTAUAN
Pemantauan pengelolaan pengetahuan  dilakukan  oleh  pendamping dan pengurus KPS/KUPS.

Tujuan
Untuk  merefleksikan  antara  perencanaan dengan realisasi, faktor-faktor  pendukung dan  penghambat, serta  aksi selanjutnya untuk memperbaiki/ mengembangkan pengelolaan pengetahuan.

Keluaran
Catatan pemantauan yang akan dimasukkan dalam Laporan

Teknik

Pemantauan dapat  dilakukan dengan diskusi, turun  ke lapangan,  ataupun keduanya  dengan berbasis  pada  perencanaan pengelolaan pengetahuan. Hasil diskusi  dicatat   untuk   dimasukkan   dalam   Laporan  Pendampingan.

BAB 3. PENUTUP

Pendokumentasian pembelajaran dan pengetahuan penting untuk menunjang program perhutanan sosial secara umum karena dimungkinkan pembelajaran dan pengalaman disuatu tempat dapat diterapkan ditempat yang lain dengan penyesuaian – penyesuaian lokasi dan kondisi setempat. Tantangan terbesar dalam tahapan ini yaitu kapasitas pendamping perhutanan sosial yang masih cukup awam dengan proses pendokumentasian pembelajaran dan pengetahuan, oleh karena itu buku seri ke 4 ini perlu dilatihkan kepada pendamping perhutanan sosial

 

Senin, 26 April 2021

LAPORAN KEGIATAN TANAMAN PRODUKTIF TAHUN 2021 KABUPATEN PONOROGO

 

A. PENDAHULUAN 

Jawa merupakan suatu wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi dengan kebutuhan terhadap hasil hutan sangat tinggi, namun belum diimbangi dengan terpeliharanya ketersediaan tegakan pohon sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hasil hutan tersebut. Hal ini dipertegas dengan semakin meningkatnya luasan lahan kritis sebagai akibat dari ketidakseimbangan produksi dan konsumsi hasil hutan (utamanya kayu). Diperkirakan luas hutan di Jawa 3 juta Ha. 1,714 Ha (56,7%) mengalami kerusakan dan hutan produksi seluas 1.147,116 Ha. Sampai saat ini luas lahan kritis di Kabupaten Ponorogo tercatat sebesar 21.182,45 Ha.

 Melihat permasalahan akan luasnya lahan kritis dan lahan kosong di Kabupaten Ponorogo yang sangat mengkhawatirkan dan kemungkinan apabila tidak secepatnya diatasi akan menyebabkan  terjadinya bencana di wilayah Ponorogo dan sekitarnya, maka dianggap sangat perlu dilakukan penyelamatan dengan penanaman kembali dan penyadaran tentang pentingnya fungsi hutan bagi kelangsungan hidup masyarakat.

 Adapun salah satu upaya pemulihan lahan kritis atau lahan kosong dan lahan tidak produktif (Rehabilitasi  Hutan dan Lahan)  adalah dengan melakukan penanaman  dengan jenis-jenis tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna (MPTS) yang dapat  memberikan penghasilan berupa kayu, getah, serat, pakan ternak dan lain sebagainya. Untuk itu, sangat diperlukan ketersediaan bibit tanaman hutan maupun  tanaman serbaguna dalam jumlah yang cukup dan berkualitas baik.


 Kemauan dan keinginan masyarakat untuk melakukan penanaman tanaman hutan dengan jenis tanaman kayuan dan tanaman serbaguna (MPTS) sebagai upaya untuk menunjang program Rehabilitasi Hutan dan Lahan masih dibatasi oleh ketidakmampuan mereka memperoleh bibit yang berkualitas sehingga kebanyakan masyarakat (terutama masyarakat  sekitar hutan) menanam tanaman hutan dari biji atau benih asalan dari hutan. Hal ini berakibat  pada kurang optimalnya hasil yang diperoleh karena pertumbuhan bibit tersebut kurang memuaskan.

C. SASARAN PROGRAM

Sasaran lokasi penerima bantuan bibit tanaman produktif (serbaguna) adalah Desa-Desa yang memenuhi kriteria sebagai berikut :

1.    Diutamakan berada di luar dan di sekitar kawasan hutan;

2.    Memiliki lahan kritis, lahan kosong atau lahan tidak produktif;

3. Mata pencaharian penduduknya bergantung pada sektor pertanian secara umum;

4.    Terdapat kelompok pengelola.

 

A D. TEMPAT PELAKSANAAN PENANAMAN

Tempat pelaksanaan penanaman bibit  tanaman produktif  Tahun 2021 Kabupaten Ponorogo dilaksanakan pada 8 Kelompok Tani  yg ada di 9  kecamatan, yaitu :

1.    Kecamatan Sambit

2.    Kecamatan Sooko

3.    Kecamatan Bungkal

4.    Kecamatan Sawoo

5.    Kecamatan Ngrayun

6.    Kecamatan Jenangan

7.    Kecamatan Ngebel

8.    Kecamatan Sampung

9.    Kecamatan Balong

 

B.   PENANAMAN

1.    Waktu Penanaman

Waktu penanaman bibit tanaman produktif dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kondisi bibit oleh tim pemeriksa dari BPDASHL Solo.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian bibit diserahkan kepada kelompok masyarakat (Kelompok Tani Hutan) yang sebelumnya telah mengajukan proposal untuk mendapatkan bibit tersebut. Waktu penanaman pada bulan Maret 2021.

Secara garis besar, tujuan program Bantuan Bibit Tanaman Produktif adalah terbangunnya kesadaran masyarakat  untuk melakukan penanaman pada lahan kosong atau lahan kritis serta lahan tidak produktif dengan jenis tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna lainnya sehingga akan mengurangi lahan yang rusak dan lahan yang kritis.

Sedangkan beberapa tujuan khusus dari program ini antara lain :

1.      Menyediakan bibit tanaman yang bermutu baik dalam jumlah yang memadai;

2.      Mengurangi tingkat kematian bibit selama proses distribusi bibit;

3.   Membantu dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani hutan;

4.  Memberikan pengetahuan kepada masyarakat (transfer teknologi) tentang cara pembuatan bibit tanaman.

2.   Jenis Bibit

Jenis bibit  tanaman produktif Tahun 2021 yang dialokasikan untuk ditanam di Kabupaten Ponorogo dari BPDASHL Solo adalah :

 

No.

Jenis Bibit

Jumlah Bibit

(Btg)

1

Durian

850

2

Mangga

825

3

Alpokat

1.675

4

Matoa

500

5

Jeruk Pamelo

2.350

6

Jeruk Keprok

2.850

7

Jambu Air

1.300

 

JUMLAH TOTAL

10.350

 

3.    Alokasi Bibit

Alokasi bibit tanaman produktif di Kabupaten Ponorogo (terlampir).

 

4.    Tanggung Jawab Pemeliharaan

Tanggung jawab pemeliharaan bibit tanaman produktif berada di tangan kelompok masyarakat (Kelompok Tani Hutan) penerima bibit, didampingi oleh penyuluh kehutanan di kecamatan terkait yang sekaligus akan melakukan monitoring, evaluasi, sekaligus pelaporan atas keberhasilan kegiatan penanaman.

 ALOKASI BIBIT TANAMAN PRODUKTIF TAHUN 2021 KABUPATEN PONOROGO

 

No.

Nama Kelompok

Desa

Kecamatan

 

 

Keterangan

Jenis Bibit

Jumlah Bibit (Btg)

1

2

3

4

 

 

12

1.

KTH Arga Makmur  Lestari  I

Wringinanom

Sambit

 

 

 

 

 

 

 

Alpokat

150

 

 

 

 

 

Matoa

50

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

250

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

200

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

100

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

750

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

KTH Wana Hijau Lestari

Klepu

Sooko

Durian

150

.

 

 

 

 

Alpokat

100

 

 

 

 

 

Matoa

50

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

150

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

200

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

50

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

700

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

KTH Argo Munggu Lestari

Munggu

Bungkal

Mangga

100

 

 

 

 

 

Alpokat

100

 

 

 

 

 

Matoa

50

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

200

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

200

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

100

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

750

 

 

 

 

 

 

 

 

4

KTH Bumi Kalisat Lestari

Kalisat

Bungkal

Mangga

50

 

 

 

 

 

Alpokat

100

 

 

 

 

 

Matoa

50

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

150

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

200

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

100

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

650

 

 

 

 

 

 

 

 

5

KTH Silva Lestari I

Tempuran

Sawoo

Mangga

100

 

 

 

 

 

Alpokat

200

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

150

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

200

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

100

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

750

 

 

 

 

 

 

 

 

6

KTH Giri Lestari

Baosan Lor

Ngrayun

Durian

150

 

 

 

 

 

Alpokat

100

 

 

 

 

 

Matoa

50

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

150

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

150

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

100

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

700

 

 

 

 

 

 

 

 

7

KTH Wono Asri Lestari

Plalangan

Jenangan

Durian

50

 

 

 

 

 

Mangga

100

 

 

 

 

 

Alpokat

100

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

150

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

200

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

100

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

700

 

 

 

 

 

 

 

 

8

KTH Karya Lestari

Sraten

Jenangan

Durian

100

 

 

 

 

 

Mangga

100

 

 

 

 

 

Alpokat

100

 

 

 

 

 

Matoa

50

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

150

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

200

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

75

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

775

 

 

 

 

 

 

 

 

9

KTH Telaga Lestari

Ngebel

Ngebel

Durian

100

 

 

 

 

 

Alpokat

150

 

 

 

 

 

Matoa

50

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

100

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

150

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

100

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

650

 

 

 

 

 

 

 

 

10

KTH Giri Wono Lestari

Jenangan

Sampung

Mangga

100

 

 

 

 

 

Alpokat

100

 

 

 

 

 

Matoa

50

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

100

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

200

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

100

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

750

 

 

 

 

 

 

 

 

11

KTH Argo Mukti Lestari

Gajah

Sambit

Durian

100

 

 

 

 

 

Alpokat

200

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

150

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

50

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

100

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

750

 

 

 

 

 

 

 

 

12

KTH Gading Lestari

Ngendut

Balong

Mangga

75

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

250

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

350

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

75

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

750

 

 

 

 

 

 

 

 

13

KTH Jemono Makmur Lestari

Jurug

Sooko

Durian

150

 

 

 

 

 

Alpokat

75

 

 

 

 

 

Matoa

50

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

150

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

200

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

100

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

725

 

 

 

 

 

 

 

 

14

KTH Wana Desa Lestari

Tulung

Sampung

Mangga

100

 

 

 

 

 

Alpokat

100

 

 

 

 

 

Matoa

50

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

150

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

250

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

50

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

700

 

 

 

 

 

 

 

 

15

Pokmas Koripan Makmur

Koripan

Bungkal

Durian

50

 

 

 

 

 

Mangga

100

 

 

 

 

 

Alpokat

100

 

 

 

 

 

Jeruk Pamelo

100

 

 

 

 

 

Jeruk Keprok

100

 

 

 

 

 

Jambu Air Dalhari

50

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JUMLAH TOTAL (Btg)

 

500