Senin, 30 Maret 2020

Gerakan Penanaman Pohon


Terjadinya degradasi hutan didaerah Aliran Sungai terutama dibagian hulu telah menimbulkan berbagai dampak negative seperti, terjadinya banjir, kekeringan, tanah longsor dan sebagainya.
Akar penyebabnya antara lain diawali oleh kurangnya pemahaman dan atau kepedulian berbagai pihak terhadap fungsi hutan dan penerimaan manfaat oleh masyarakat setempat sehingga tidak mampu membangkitkan rasa tanggung jawab dan tindakan untuk kelestarian hutan.
Untuk menanggulangi hal tersebut. Perlu dilakukan upaya pemilihan dan peningkatan kemampuan fungsi hutan, khususnya dikawasan hutan lindungan dan hutan produksi, dengan melibatkan para pihak secara terpadu, transparent dalam satu gerakan nasional.

Upaya rehabilitasi hutan (reboisasi) dilakukan secara vegetative (kegiatan tanam menanam) dengan menggunakan jenis tanaman yang sesuai dengan fungsi hutan, lahan serta kondisi agroklimat setempat.
Berkaitan dengan hal tersebut dan untuk kesamaan persepsi para pihak terkait, perlu disiapkan pedoman pembuatan tanaman reboisasi hutan lindung dan hutan produksi dalam rangka gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan.
Reboisasi (bahasa Inggris: reforestation) ialah penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus, gundul). Reboisasi ini berguna untuk dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan cara menyerap polusi serta debu dari udara,kemudian membangun kembali habitat serta ekosistem alam, juga mencegah pemanasan global dengan cara menangkap karbon dioksida dari udara, dan juga dapat dimanfaatkan hasilnya (terutama kayu).
Penghijauan adalah kegiatan penanaman pada lahan kosong di luar kawasan hutan, terutama pada tanah milik rakyat dengan tumbuhan keras, misalnya jenis-jenis pohon hutan, pohon buah, tumbuhan perkebunan, tumbuhan penguat teras, tumbuhan pupuk hijau, dan rumput pakan ternak.

Tujuan penanaman agar lahan tersebut dapat dipulihkan, dipertahankan, dan ditingkatkan kembali kesuburannya. Upaya yang termasuk dalam rangkaian kegiatan penghijauan yang sudah disebutkan berupa pembuatan bangunan pencegah erosi tanah, misalnya pembuatan sengkedan (terassering) dan bendungan yang dilakukan pada area di luar kawasan hutan.
1. untuk membangu usaha ekonomi yaitu pembangunan diarahakan pada pola hutan industry atau hutan tanaman industry yang diharapkan dapat menyuplai bahan baku industry perkayuan yang dibangun dekat lokasi pembangunan hutan yang bersangkutan.
2. Untuk memperbaiki kondisi hidro-orologi suatu wilayah yaitu penanaman pohon bertujuan untuk mencegah terjadinya banjir, erosi, tanah longsor, serta melestarikan sumber daya air.
3. Untuk memperbaiki dan mempertahankan kesuburan tanah yaitu dalam rangka pengembalian unsur hara ke tempat tumbuh secara baik dari produk serasah hutan, serta tajuk pohon yang selalu hijau disertai produk seresah yang banyak membuat tanah hutan tidak mudah rusak akibat kekuatan proses hidrologi dalam hutan.
4. Untuk menjaga kelestarian suatu jenis pohon yaitu merencanakan dengan baik dalam rangka menjaga kelestarian suatu jenis pohon yang termasuk lanka atau terancam punah. Hal itu dikarenakan pengadaan bahan tanaman untuk pengembangan jenis langka pada umumnya mengalami kesulitan.
Fungsi Reboisasi
·                Penghasil Kayu Bangunan
Dihutan tumbuhan beraneka spesies pohon yang menghasilkan kayu dengan  berbagai kualitas dan ukuran yang dapat digunakan untuk bahan bangunan.

·                Cadangan Karbon

Salah  satu fungsii hutan yang penting adalah sebagai cadangan karbon  dialam karna karbon disimpan dalam bentuk biomassa vegetasinya.
·                Habitat Bagi Fauna
Konversi hutan menjadi bentuk penggunaan lahan lainnya akan menurunkan populasi flora dan fauna yang sensitif.
·                Lahan
Hutan menempati ruang dalam bumi yang terdiri dari komponen tanah, hidrologi, udara atau atmosfer, iklim yang dinamakan lahan.
Cara Melakukan Reboisasi
Berikut ini adalah beberapa langkah dalam mewujudkan upaya reboisasi:
·            Persiapan, meliputi penentuan lokasi sasaran reboisasi, penyiapan organisasi pelaksana, penyusunan tata waktu kegiatan dan pembagian kerja, membersihkan area reboisasi dari konflik agar penanaman dapat berjalan lancar melalui sosialisasi rencana penanaman, menyiapkan bahan dan alat pengukuran (GPS/alat ukur theodolit, kompas, altimeter dan lain-lain) serta menentukan pola tanam.
·        Membuat lubang untuk tanaman sesuai pola tanam dan menyiapkan pupuk dasar.
·                Bibit tanaman harus dalam keadaan sehat dan memenuhi standar dan terlebih dahulu ditanam di tempat penampung sementara.
·             Bibit tanaman dilepas dari tempat penampung sementara kemudian dipindahkan ke lubang yang telah dibuat serta diberi pupuk.
·                Melaksanakan pemeliharaan tanaman yang intensif untuk membersihkan area tanaman dari bahan yang mudah terbakar.
·          Melaksanakan pengawasan secara periodik untuk mendeteksi bahaya kebakaran secara dini agar dapat diambil tindakan yang tepat.
·                Meningkatan partisipasi masyarakat dalam pengamanan hutan antara lain melalui kegiatan penerangan dan penyuluhan.

Cara Melakukan Penghijauan

Berikut ini adalah beberapa langkah dalam mewujudkan upaya penghijauan.
·                 Upaya penghijauan dapat dimulai dari lingkungan sekitar kita seperti halaman rumah. Kita dapat memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami dengan tumbuhan hijau, misalnya tanaman hias, tanaman obat dan tanaman berkulit keras.
Lahan di sekitar tempat tinggal kita seperti kompleks perumahan juga dapat kita manfaatkan untuk penghijauan dengan menanam tanaman yang serupa.
·                 Penanaman tumbuhan hijau yang bermanfaat di halaman rumah dapat kita dikembangkan menjadi kebun mini yang terdiri dari tanaman sayur dan buah (warung hidup) serta tanaman obat (apotek hidup).
Dengan mengembangkan kebun mini di halaman rumah, kita dapat menghemat pengeluaran anggaran rumah tangga sehingga menjauhkan kita dari sifat konsumtif.
·                 Teknik penanaman hidroponik dapat menjadi solusi penghijauan selanjutnya apabila lahan yang kita punya tidak cukup memadai untuk ditanami tumbuhan hijau.
·                 Teknik penanaman hidroponik adalah teknik menanam tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan benda lain seperti sabut kelapa yang diberi unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan hijau.
·                 Penghijauan di lingkungan sekolah juga sangat dibutuhkan. Kondisi udara yang sejuk, nyaman dan segar di lingkungan sekolah dapat mengoptimalkan proses belajar mengajar siswa.
Penerapan penghijauan lingkungan sekitar harus diterapkan kepada siswa sejak dini demi terwujudnya generasi yang peduli terhadap lingkungan. Sekolah adalah tempat yang tepat untuk menerapkan pentingnya penghijauan kepada siswa selain di rumah.
·                 Pembuatan taman kota serta hutan kota dapat mengoptimalkan upaya penghijauan, tentunya dengan partisipasi masyarakat. Keberadaan taman kota serta hutan kota juga dapat mengurangi tingkat polusi udara serta dapat menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat.
·                 Disiplin membuang sampah pada tempatnya dapat mendukung upaya penghijauan. Lingkungan yang telah kita tanami oleh tumbuh-tumbuhan hijau tentunya tidak boleh tercemari oleh limbah maupun sampah, karena dapat menimbulkan pemandangan yang tidak sedap.
Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dalam masalah ini. Apabila masyarakat dengan sadar tidak membuang sampah sembarangan, tentu dampak positifnya juga dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

Peranan Manusia Terhadap Lingkungan
Ada beberapa peranan manusia terhadap lingkungan, yaitu:
1. Manusia sebagai makhluk yang paling dominan secara ekologi artinya manusia mempunyai pengaruh yang besar terhadap lingkungan tempat hidupnya dan organisme lainnya.
2. Manusia sebagai makhluk pembuat alat artinya manusia dalam melakukan aktivitasnya membutuhkan alat bantu untuk mempermudah kerja mereka.
3.  Manusia sebagai makhluk perampok artinya manusia sebagai makhluk yang omnivora (pemakan segala) akan memakan makanan yang menjadi makanan makhluk hidup lain baik yang bersifat karnivora maupun makhluk herbivora.
4.  Manusia sebagai makhluk penyebab evolusi artinya sebagai contoh tanaman anggrek yang sebelumnya dapat tumbuh liar tanpa perlu disiram dan dipupuk, sekarang setelah dijadikan manusia sebagai tanaman hias tidak akan bisa tumbuh subur jika tidak disiram dan dipupuk.
5. Manusia sebagai makhluk pengotor Kotoran hewan dan tumbuhan dapat hancur secara alami, sedangkan manusia ada yang mampu terurai di alam secara alami ada yang tidak, hal ini merupakan penyebab kotornya ekosistem.
Dampak Kerusakan Alam
Terdapat dua faktor dampak kerusakan alam, yaitu:
1.              Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
2.              Perburuan liar.
3.              Merusak hutan bakau.
4.              Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
5.              Pembuangan sampah di sembarang tempat.
6.              Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).

Sabtu, 22 Februari 2020

Bangunan Konservasi Tanah dan Air



Konservasi tanah dan air atau seringkali disebut KTA merupakan suatu tindakan pengawetan terhadap kualitas dan kuantitas tanah dan air. Konservasi tanah dan air sendiri sebenarnya gabungan dari istilah konservasi tanah dan konservasi air,
Konservasi tanah menurut Arsyad (1989), adalah penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.
Konservasi tanah secara umum diartikan sebagai penempatan tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.Dalam arti sempit konservasi tanah sendiri adalah upaya untuk mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi.
Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin dan pengaturan waktu aliran air dengan cara meresapkan air ke dalam tanah agar pada musim hujan tidak terjadi banjir dan pada musim kemarau air untuk kebutuhan hidup masih tersedia.KTA ini bertugas untuk memelihara tanah dan air dari kerusakan. Kerusakan yang dapat terjadi pada tanah di antaranya adalah:
·           Hilangnya unsur hara dan bahan organik di daerah perakaran tanah
·         Terakumulasinya garam di daerah perakaran (salinisasi) 
·         Jenuhnya air tawar pada akar atau batang bagian bawah suatu tanaman
·        Erosi
Sedangkan jenis-jenis kerusakan yang dapat terjadi pada badan air adalah:
·       Mengeringnya mata air akibat volme air tanah yang semakin sedikit
·      Menurunnya kualitas air akibat adanya sedimen hasil erosi
·      Tercampurnya limbah
·    Masuknya unsur hara pada badan air sehingga terjadi eutrofikasi
Permasalahan-permasalahan yang terjadi di tanah maupun air tersebut dapat diatasi salah satunya dengan menggunakan teknik konservasi tanah dan air.
Tujuan dari kegiatan konservasi tanah sendiri adalah untuk mencegah erosi, memperbaiki tanah yang rusak, serta memelihara dan meningkatkan produktivitas tanah agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
Sedangkan tujuan dari adanya konservasi air adalah:
1.    Menjamin ketersediaan air untuk generasi mendatang
2.    Penghematan energi yang cukup besar untuk pemompaan air, pengiriman, dan fasilitas pengolahan air limbah
3. Konservasi habitat yaitu penggunaan air oleh manusia yang diminimalisir untuk membantu mengamankan simpanan sumber air bersih untuk habitat liar lokal dan penerimaan migrasi aliran air

Metode Konservasi Tanah dan Air

Ø    Metode Vegetatif


Metode vegetatif adalah penggunaan tanaman atau bagian-bagian tanaman atau sisa-sisanya untuk mengurangi daya tumbuk butir air hujan yang jatuh, mengurangi jumlah dan kecepatan aliran permukaan yang pada akhirnya mengurangi erosi tanah

Jenisnya

          1.         Pertanaman Lorong

Pertanaman lorong (alley cropping) adalah konservasi tanah dan air dengan sistem bercocok tanam barisan tanaman perdu leguminosa ditanam rapat (jarak 10-25 cm) mengikuti garis kontur (nyabuk gunung) sebagai tempat pagar. Menerapkan teknik ini pada lahan yang miring jauh lebih murah biayanya daripada membuat teras bangku.
Teknik ini pun cukup efektif dalam menahan erosi. Setelah 3-4 tahun setelah pembuatan tanaman lorong maka akan tercipta teras dengan sendirinya, hal ini pulalah yang menyebabkan metode ini disebut teras kredit

         2.         Sistem Silvopastura

Sistem silvopastura merupakan salah satu bentuk dari system ttumpangsari Prinsip dari sistem ini adalah menanam pakan di bawah tegakan pohon. Pakan ternak ini dapat berupa rumput gajah, setaria, dan lain-lain.
Di Indonesia sendiri dikenal beberapa macam teknik silvopastura, di antaranya adalah (1) tanaman pakan di hutan tanaman industri, (2) tanaman pakan di hutan sekunder, (3) tanaman pohon-pohonan sebagai tanaman penghasil pakan, dan (4) tanaman pakan sebagai pagar hidup.
3.    Pemberian Mulsa
Pemberian mulsa bermaksud untuk menutupi permukaan tanah agar terhindar dari pukulan butiran hujan. Pemberian mulsa merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mencegah erosi, terutama jenis erosi percik.
Mulsa yang berasal dari bahan organik memiliki fungsi lain, yaitu memberikan bahan-bahan organik pada tanah. Bahan organik yang dapat dijadikan mulsa dapat berasal dari sisa tanaman, hasil pangkasan tanaman pagar dari sistem penanaman lorong, hasil pangkasan tanaman penutup tanah, atau didatangkan dari luar lahan pertanian.

Ø    Metode Mekanik

Metode makanik adalah semua perlakuan fisik mekanik yang diberikan tanah dan pembuatan bangunan untuk mengurangi aliran permukaan dan erosi, dan meningkatkan kemampuan penggunaan tanah.
Metode mekanik dalam KTA dapat berupa:
1.             Pengolahan tanah
2.             Guludan
3.             Teras
4.             Cek Dam
5.           Waduk 
6.             Rorak
7.             Perbaikan drainase
8.             Irigasi
9.             Sumur resapan
10.         Lubang resapan




Ruang Lingkup Konservasi Tanah dan Air
Ruang lingkup konservasi tanah dan air sangat kompleks dan sangat membutuhkan disiplin ilmu yang lainnya, seperti ilmu biologi, hidrologi, dan teknik konservasi tanah. Secara garis besar dapat diketahui bahwa ruang lingkup KTA meliputi:
1.         Erosi
1.         Siklus air
2.         Faktor-faktor yang mempengaruhi erosi
3.         Metode konservasi tanah dan air
4.         Tanaman penutup tanah, pergiliran tanaman, dan wanatani (agroforestri)
5.         Klasifikasi pengolahan lahan
Perencanaan konservasi tanah dan air dapat dilakukan dengan pendekatan kemasyarakatan. Pelibatan masyarakat dalam hal ini sangat penting karena masyarakat memiliki andil yang sangat besar dalam usaha konservasi tanah dan air.
Keunggulan dari adanya sistem KTA partisipatif ini adalah:
1.         Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan
2.         Masyarakat mau dan percaya diri dalam membuat perencanaan konservasi tanah dan air di lingkungannya
3.         Masyarakat merasa dihargai karena karyanya menjadi perhatian semua pihak
4.         Menciptakan kerja sama yang sinergis antar stakeholder (pemerintah, swasta, dan masyarakat)
Beberapa kelemahan dari sistem ini adalah:
1.         Perlunya sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat
2.         Perlunya pendampingan dalam proses kemandirian dan mengakses sumber daya
3.        Pendampingan kurang efektif apabila tenaga pendamping berganti-ganti dari tahun ke tahun
4.         Membutuhkan waktu yang lama untuk menciptakan kerja sama yang sinergis
5.    Sosialisasi di lingkungan pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang KTA sendiri,
6.    Sosialisasi kepada masyarakat menerangkan tentang masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam jangka panjang maupun jangka pendek terhadap pengelolaan tanah dan air.
 
Sosialisasi di lingkungan pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang KTA sendiri, hal ini berguna untuk memudahkan mensinergikan program KTA partisipatif dengan berbagai program pemda yang sudah ada.
Sosialisasi kepada masyarakat menerangkan tentang masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam jangka panjang maupun jangka pendek terhadap pengelolaan tanah dan air. Setelah menjelaskan mengenai berbagai masalah yang sekiranya akan muncul, barulah dijelaskan mengenai pentingnya melakukan konservasi tanah dan air. Selain itu, dijelaskan juga mengenai peran penting masyarakat dalam melakukan KTA di daerahnya sendiri.

Jumat, 24 Januari 2020

Penanaman


Penanaman adalah cara kita menanam. Cara menanam ini dipengaruhi oleh bahan tanam yang kita gunakan. Misal, jika kita memakai bahan tanam benih (biji), maka teknik yang kita gunakan bisa “tanam langsung”, sementara jika bahan tanam yang digunakan adalah bibit, atau tanaman yang sudah cukup besar, maka cara yang digunakan biasa disebut “pindah tanam”.
Menanam secara langsung sering diartikan sebagai menyemai, meski pada dasarnya kita memang menyemai benih tanaman. Namun, harus digarisbawahi perbedaan antara menyemai dan tanam langsung. Menyemai membutuhkan persemaian, yaitu areal khusus menyemai dengan media semai yang tersendiri pula. Menyemai disertakan dengan proses pindah tanam saat benih tanaman sudah berkecambah dan tumbuh. Sementara tanam langsung tidak membutuhkan areal semai, atau areal khusus. Tanam langsung adalah proses “menyemai” benih (biji) langsung ke media dan wadah tanam atau lahan, bisa langsung di tanah, atau di pot atau polibeg. Tanam langsung tidak diikuti proses pindah tanam, karena tanaman sudah berada pada tempat dan pola yang tepat. Areal tanam langsung umumnya lahan atau wadah tanam yang cukup luas untuk tanaman tersebut, yang mampu menopang tanaman dan memberikan ruang yang leluasa untuk akar tumbuh dan berkembang.
Hal utama yang harus dipahami tentang “Penanaman” adalah cara kita menanam; menanam benih secara langsung atau pindah tanam bibit. Saat menanam benih secara langsung, hal-hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana ketahanan benih tersebut. Umumnya, benih yang ditanam langsung adalah benih yang daya hidupnya tinggi, dan ukurannya sedang hingga besar. Daya hidup tinggi yang dimaksud adalah tanaman yang mudah dan cepat tumbuh. Umumnya, tanaman-tanaman yang dapat tumbuh 2-7 hari setelah semai/tanam. Ukuran benih yang besar juga memudahkan kita untuk mendeteksi benih ketika gagal tumbuh. Jika ukuranya kecil atau halus, kita akan kesulitan mendeteksi karena ada kemungkinan benih terbawa air.
 Contoh benih yang bisa ditanam langsung berdasarkan daya tumbuhnya adalah kangkung dan bayam. Dua jenis sayuran ini memiliki daya tumbuh yang cukup tinggi, sekitar 1-2 hari setelah tanam. Sementara contoh benih yang bisa ditanam langsung berdasarkan ukuranya antara lain terong, cabai, tomat, kacang, timun, pare, labu, okra, telang, jagung, bunga kenop, suri, atau binahong.

Penanaman pohon dapat mengurangi dampak pemanasan global dengan kemampuan pohon  dalam menyerap emisi karbon yang merupakan penyebab terjadinya pemanasan global
1.      Manfaat estetis (keindahan), pohon memiliki beberapa bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Oleh   karena itu, apabila di susun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok dapat menciptakan keindahan atau suasana yang nyaman. Struktur bangunan tanpa di imbangi dengan pohon, akan terasa gersang, sebaliknya apa bila di sekitarnya di tanami pohon serta di tata dengan baik akan nampak hijau dan asri.
2.      Manfaat Orologis,  akar pohon dan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat, sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah
3.      Manfaat Hidrologis,  dalam hal ini di maksudkan bahwa tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian, banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah resapan/persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya
4.      Manfaat Klimatologis,  dengan banyaknya pohon, akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman. Maka, kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.
5.      Manfaat Edaphis,  ini manfaat dalam kaitan tempat hidup binatang. Dilingkungan yang penuh dengan pohon, satwa akan hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.
6.      Manfaat Ekologis,  lingkungan yang baik adalah seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.
7.      Manfaat Protektif,  manfaat protektif adalah manfaat karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap terik sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari silau.
8.      Manfaat Hygienis, adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat di perlukan oleh manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Teknik Penanaman
1)      Penentuan Pola Tanaman
Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm, 25 x 25 cm, atau 20 x 20 cm. Jarak tanam hendaknya teratur, agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan.Pada tanah yang subur, jarak tanam lebih renggang, dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan.Jarak Tanam menentukan populasi tanaman & kebutuhan benih/ha.
1)      Pembuatan Lubang Tanam
Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan, penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm, dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm.
2)      Cara Penanaman
Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:
a)      Sistem tanaman tunggal
Dalam sistem ini, seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya.Kedelai yang ditanam dengan sistem ini, membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air, seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit
Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat, sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm; 20
35 cm atau 20 x 40 cm.
a)      Sistem tanaman campuran
Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.      Umur tanaman tidak jauh berbeda.
2.       Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar.
3.       Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit.
4.       Kedua tanaman merupakan tanaman palawija, misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah, kedelai dengan jagung, kedelai dengan ketela pohon.
5.      Sistem tanaman tumpangsari
Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu, misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis.Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik, biasanya kedelai ditanam bersamaan.
3)      Waktu Tanam
Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat, agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari, maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan, yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air.
Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. Sebagai pedoman: bila ditanam di tanah tegalan, waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. Bila ditanam di tanah sawah, waktu tanam paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan.Di lahan sawah dengan irigasi, kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau.