Rabu, 29 April 2020

BUDIDAYA JAMUR TIRAM


Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu kelompok jamur yang sudah dikenal dengan baik karena bentuk dan ukuran tubuh buahnya sangat familiar di masyarakat. Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dimakan (edible) dan memiliki rasa yang khas. Jamur tiram merupakan jamur kayu yang banyak tumbuh pada pokok-pokok kayu yang sudah lapuk, syarat tumbuh jamur tiram tergantung dari sumber nutrien, suhu, kelembapan, air, cahaya, udara dan keasaman
Pada tubuh buah jamur tiram memiliki batang yang berada di posisi pinggir tudung (pleurotus), serta bentuk jamur ini menyerupai tiram (ostreatus). Jamur tiram mempunyai banyak manfaat dalam bidang kesehatan antara lain dapat mencegah penyakit yaitu diabetes mellitus, tumor, kanker, dan kolesterol darah. Jamur tiram juga bermanfaat dalam menambah vitalitas, memperlancar buang air besar serta meningkatkan daya tahan tubuh (Muljowati, 2015).

Morfologi Jamur Tiram 
Jamur tiram adalah jamur kayu yang tumbuh berderet menyamping pada batang kayu lapuk. Jamur ini memiliki tubuh buah yang tumbuh mekar membentuk corong dangkal seperti kulit kerang (tiram). Tubuh buah ini memiliki tudung (pileus) dan tangkai (stipe/stalk). Pileus berbentuk mirip cangkang tiram berukuran 5 – 15 cm dan permukaan bagian bawah berlapis-lapis seperti insang berwarna putih dan lunak. Sedangkan tangkainya dapat pendek atau panjang (2 sd 6 cm) tergantung pada kondisi lingkungan dan iklim yang mempengaruhi pertumbuhannya. Tangkai ini menyangga tudung agak lateral di bagian tepi atau eksentris
Syarat Tumbuh Jamur Tiram 
Syarat tumbuh jamur tiram adalah sebagai berikut:
1.    Suhu. Pada suhu 25°C hingga 30°C miselium akan tumbuh optimal, sedangkan untuk pembentukan tubuh buah jamur, suhu yang dikehendaki adalah 18°C hingga 20°C.
2.    Tingkat keasaman atau pH. pH yang dikehendaki oleh miselum ini adalah 5,5 hingga 6,5. Pertumbuhan miselium dapat terhambat apabila kondisi pH terlalu asam atau terlalu basa. Pada pembentukan tubuh buah, kondisi keasaman agak netral yaitu pada pH 6,8 hingga 7,0. 
3.    Kelembaban. Pertumbuhan miselium membutuhkan kelembaban udara yaitu 65% hingga 70%. Dengan kadar air sekitar 60% miselium jamur akan tumbuh dengan baik. Pertumbuhan tunas dan tubuh buah akan tumbuh optimal pada kelembaban udara 80% hingga 85%. Jika kelembaban di bawah 80% maka tunas dan tubuh buah mengalami gangguan absorbsi nutrisi yang akan berakibat kekeringan. 
4.    Aerasi. Jamur tiram akan tumbuh optimal tanpa terkena sinar matahari langsung, selain itu juga pada lingkungan yang teduh dan sirkulasi udara yang lancar dengan angin spoi-spoi basah karena membutuhkan oksigen sebagai senyawa pertumbuhan atau bisa dikatakan semi anaerob. Oksigen juga akan mendukung pertumbuhan dari jamur, maka perlu adanya sirkulasi udara yang lancar, namun jika oksigennya terbatas akan mengganggu dalam pembentukan tubuh buah yaitu tubuh buah yang dihasilkan akan kecil dan abnormal. 
5.    Cahaya. Dalam keadaan gelap miselium akan tumbuh optimal, sedangkan tubuh buah akan tumbuh optimal pada kondisi yang agak terang, hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan buah (tangkai dan tudung). Jika cahaya kurang atau kurang dari 40 lux maka tangkai buah jamur akan tumbuh kecil dan tudung akan tumbuh abnormal. 
6.    Nutrisi. Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram adalah ketersediaan nutrisi antara lain air, karbon, nitrogen, vitamin, dan unsur mineral. Air berguna sebagai kelancaran transportasi yaitu untuk kelancaran aliran partikel kimia antar sel, sedangkan karbon yang digunakan untuk sumber energi, nitrogen digunakan dalam sintesis protein, purin, dan pirimidin, vitamin digunakan sebagai katalisator, unsur mineral yang dibutuhkan adalah unsur makro dan mikro. Unsur makro yaitu P, K, Ca, Mg dan lain-lain, sedangkan unsur mikro antara lain Zn, Cu, dan lain-lain.

Siklus Hidup Jamur Tiram 

  1. Spora yang sudah masak atau dewasa jika berada di tempat yang lembab akan tumbuh dan berkecambah membentuk serat-serat halus menyerupai serat kapas, yang disebut dengan miselium atau miselia. 
  2. Jika keadaan lingkungan tempat tumbuh miselia itu baik, dalam arti temperatur, kelembapan, kandungan C/N/P-Rasio substrat tempat tumbuh memungkinkan, maka kumpulan miselia akan membentuk primordial atau bakal tubuh buah jamur.
  3. Bakal tubuh buah jamur tersebut kemudian akan membesar, dan pada akhirnya membentuk tubuh buah atau bentuk jamur yang kemudian dipanen. 
  4. Tubuh buah jamur dewasa akan membentuk spora. Spora ini tumbuh di bagian ujung basidium, sehingga disebut basidiospora. Jika sudah matang atau dewasa, spora akan jatuh dari tubuh buah jamur.


Media Tanam Jamur Tiram 
media tanam jamur tiram adalah sebagai berikut:
·           Serbuk kayu.
Serbuk kayu merupakan tempat tumbuh jamur kayu yang mengandung serat organik (selulosa, hemiselulosa, dan lignin) sebagai sumber makanan jamur. 
·           Bekatul.
Bekatul merupakan hasil sisa penggilingan padi yang kaya vitamin, terutama vitamin B komplek, merupakan bagian yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur serta berfungsi sebagai pemicu untuk pertumbuhan tubuh buah jamur. 
·           Kapur.
Kapur digunakan sebagai pengatur pH media tanam dan sebagai sumber kalsium (Ca) yang dibutuhkan oleh jamur dalam pertumbuhannya. Jenis kapur yang digunakan dapat berupa kapur CaCO3 atau kapur bangunan yang biasa disebut dengan mill.
·           Air.
Air merupakan salah satu faktor untuk kelancaran dan pertumbuhan miselium, agar dapat membentuk spora. Bila kelebihan air maka jamur tiram putih akan mati karena jamur membutuhkan air dalam jumlah sedikit. Bila kadar air serbuk kayu gergaji >78%, maka substrat menjadi anaerobik dan miselium jamur tiram tidak dapat tumbuh dan berkembang, akhirnya miselium mati dan tubuh buah jamur tidak dihasilkan. 
·           Tepung jagung. Tepung jagung merupakan salah satu hal yang penting bagi media tumbuh jamur. Tepung jagung berfungsi sebagai nutrisi tambahan yang banyak mengandung nitrogen dan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Kandungan dan Manfaat Jamur Tiram 
Jamur tiram putih adalah salah satu jamur yang enak dimakan serta mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Jamur ini mengandung protein (27%), vitamin dan mineral. Vitamin–vitamin yang terkandung dalam jamur ini meliputi tiamin, riboflavin, niasin, biotin dan vitamin C. Mineral yang ada pada jamur ini meliputi kalium, kalsium, magnesium, besi, natrium, kuprum, sulfur dan fosfor. Jamur ini mengandung 18 jenis asam amino yang meliputi isoleucine, leucine, lysine, methionine, cystine, phenylalanine, tyrosine, threonine, tryptophan, valine, arginine, histidine, alanine, aspartat, asam glutamate, glysin, proline dan serine. Jamur ini juga memiliki sejumlah enzim, terutama tripsin yang sangat dibutuhkan dalam proses pencernaan dan tripsin ini sama dengan tripsin yang dihasilkan oleh kelenjar lambung
Langkah yang harus dipersiapkan untuk memulai budidaya jamur tiram putih.

1.       Menyiapkan kumbung

Kumbung atau rumah jamur adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.
Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Jangan menggunakan atap asbes atau seng, karena atap tersebut akan mendatangkan panas. Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.
Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu. Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.
Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.
Sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung, sebaiknya lakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
·         Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
·   Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
·   Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.

2.       Menyiapkan baglog

Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
Pada usaha budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun bagi petani pemula, atau petani dengan modal terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus menjalankan usaha budidaya.
Saat ini, baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500. Adapun bila ingin membuat sendiri silahkan baca cara membuat baglog jamur tiram.

Cara merawat baglog

Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.
Kedua cara ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang.
Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:
·         Sebelum baglog disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
·         Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram.
·         Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.

Panen budidaya jamur tiram

Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.
Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang telah mekar dan membesar. Pemanenan di lakukan di sembarang hari bisa pagi, siang ataupun sore hari. Jamur yang layak panen adalah jamur yang memiliki pertumbuhan tubuh yang sudah optimal. Selama satu periode tanam, jamur tiram dapat di panen sebanyak 4-8 kali tergantung kondisi yang menunjang.  Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.
Adapun manfaat dari jamur tiram adalah sebagai berikut:
  1. Jamur tiram dapat menjadi sumber protein alternatif karena kadar protein jamur tiram lebih tinggi dibandingkan bahan makanan lain (jamur mengandung 19-35%, beras 7,3%, gandum 13,2% dan susu sapi 25,2%). 
  2. Jamur tiram dapat dijadikan suplemen bagi para pelaku diet karena jamur tiram mengandung serat berupa lignoselulosa yang sangat baik bagi pencernaan. 
  3. Jamur tiram dapat dijadikan sebagai makanan alternatif yang baik, khususnya bagi para penganut vegetarian dan penderita kolesterol tinggi. Kandungan gizi jamur setara dengan kandungan gizi pada daging, tetapi jamur tidak mengandung kolesterol jahat. 
Kandungan senyawa pluran dalam jamur tiram dipercaya berkhasiat sebagai anti tumor dan anti kanker

Senin, 30 Maret 2020

Gerakan Penanaman Pohon


Terjadinya degradasi hutan didaerah Aliran Sungai terutama dibagian hulu telah menimbulkan berbagai dampak negative seperti, terjadinya banjir, kekeringan, tanah longsor dan sebagainya.
Akar penyebabnya antara lain diawali oleh kurangnya pemahaman dan atau kepedulian berbagai pihak terhadap fungsi hutan dan penerimaan manfaat oleh masyarakat setempat sehingga tidak mampu membangkitkan rasa tanggung jawab dan tindakan untuk kelestarian hutan.
Untuk menanggulangi hal tersebut. Perlu dilakukan upaya pemilihan dan peningkatan kemampuan fungsi hutan, khususnya dikawasan hutan lindungan dan hutan produksi, dengan melibatkan para pihak secara terpadu, transparent dalam satu gerakan nasional.

Upaya rehabilitasi hutan (reboisasi) dilakukan secara vegetative (kegiatan tanam menanam) dengan menggunakan jenis tanaman yang sesuai dengan fungsi hutan, lahan serta kondisi agroklimat setempat.
Berkaitan dengan hal tersebut dan untuk kesamaan persepsi para pihak terkait, perlu disiapkan pedoman pembuatan tanaman reboisasi hutan lindung dan hutan produksi dalam rangka gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan.
Reboisasi (bahasa Inggris: reforestation) ialah penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus, gundul). Reboisasi ini berguna untuk dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan cara menyerap polusi serta debu dari udara,kemudian membangun kembali habitat serta ekosistem alam, juga mencegah pemanasan global dengan cara menangkap karbon dioksida dari udara, dan juga dapat dimanfaatkan hasilnya (terutama kayu).
Penghijauan adalah kegiatan penanaman pada lahan kosong di luar kawasan hutan, terutama pada tanah milik rakyat dengan tumbuhan keras, misalnya jenis-jenis pohon hutan, pohon buah, tumbuhan perkebunan, tumbuhan penguat teras, tumbuhan pupuk hijau, dan rumput pakan ternak.

Tujuan penanaman agar lahan tersebut dapat dipulihkan, dipertahankan, dan ditingkatkan kembali kesuburannya. Upaya yang termasuk dalam rangkaian kegiatan penghijauan yang sudah disebutkan berupa pembuatan bangunan pencegah erosi tanah, misalnya pembuatan sengkedan (terassering) dan bendungan yang dilakukan pada area di luar kawasan hutan.
1. untuk membangu usaha ekonomi yaitu pembangunan diarahakan pada pola hutan industry atau hutan tanaman industry yang diharapkan dapat menyuplai bahan baku industry perkayuan yang dibangun dekat lokasi pembangunan hutan yang bersangkutan.
2. Untuk memperbaiki kondisi hidro-orologi suatu wilayah yaitu penanaman pohon bertujuan untuk mencegah terjadinya banjir, erosi, tanah longsor, serta melestarikan sumber daya air.
3. Untuk memperbaiki dan mempertahankan kesuburan tanah yaitu dalam rangka pengembalian unsur hara ke tempat tumbuh secara baik dari produk serasah hutan, serta tajuk pohon yang selalu hijau disertai produk seresah yang banyak membuat tanah hutan tidak mudah rusak akibat kekuatan proses hidrologi dalam hutan.
4. Untuk menjaga kelestarian suatu jenis pohon yaitu merencanakan dengan baik dalam rangka menjaga kelestarian suatu jenis pohon yang termasuk lanka atau terancam punah. Hal itu dikarenakan pengadaan bahan tanaman untuk pengembangan jenis langka pada umumnya mengalami kesulitan.
Fungsi Reboisasi
·                Penghasil Kayu Bangunan
Dihutan tumbuhan beraneka spesies pohon yang menghasilkan kayu dengan  berbagai kualitas dan ukuran yang dapat digunakan untuk bahan bangunan.

·                Cadangan Karbon

Salah  satu fungsii hutan yang penting adalah sebagai cadangan karbon  dialam karna karbon disimpan dalam bentuk biomassa vegetasinya.
·                Habitat Bagi Fauna
Konversi hutan menjadi bentuk penggunaan lahan lainnya akan menurunkan populasi flora dan fauna yang sensitif.
·                Lahan
Hutan menempati ruang dalam bumi yang terdiri dari komponen tanah, hidrologi, udara atau atmosfer, iklim yang dinamakan lahan.
Cara Melakukan Reboisasi
Berikut ini adalah beberapa langkah dalam mewujudkan upaya reboisasi:
·            Persiapan, meliputi penentuan lokasi sasaran reboisasi, penyiapan organisasi pelaksana, penyusunan tata waktu kegiatan dan pembagian kerja, membersihkan area reboisasi dari konflik agar penanaman dapat berjalan lancar melalui sosialisasi rencana penanaman, menyiapkan bahan dan alat pengukuran (GPS/alat ukur theodolit, kompas, altimeter dan lain-lain) serta menentukan pola tanam.
·        Membuat lubang untuk tanaman sesuai pola tanam dan menyiapkan pupuk dasar.
·                Bibit tanaman harus dalam keadaan sehat dan memenuhi standar dan terlebih dahulu ditanam di tempat penampung sementara.
·             Bibit tanaman dilepas dari tempat penampung sementara kemudian dipindahkan ke lubang yang telah dibuat serta diberi pupuk.
·                Melaksanakan pemeliharaan tanaman yang intensif untuk membersihkan area tanaman dari bahan yang mudah terbakar.
·          Melaksanakan pengawasan secara periodik untuk mendeteksi bahaya kebakaran secara dini agar dapat diambil tindakan yang tepat.
·                Meningkatan partisipasi masyarakat dalam pengamanan hutan antara lain melalui kegiatan penerangan dan penyuluhan.

Cara Melakukan Penghijauan

Berikut ini adalah beberapa langkah dalam mewujudkan upaya penghijauan.
·                 Upaya penghijauan dapat dimulai dari lingkungan sekitar kita seperti halaman rumah. Kita dapat memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami dengan tumbuhan hijau, misalnya tanaman hias, tanaman obat dan tanaman berkulit keras.
Lahan di sekitar tempat tinggal kita seperti kompleks perumahan juga dapat kita manfaatkan untuk penghijauan dengan menanam tanaman yang serupa.
·                 Penanaman tumbuhan hijau yang bermanfaat di halaman rumah dapat kita dikembangkan menjadi kebun mini yang terdiri dari tanaman sayur dan buah (warung hidup) serta tanaman obat (apotek hidup).
Dengan mengembangkan kebun mini di halaman rumah, kita dapat menghemat pengeluaran anggaran rumah tangga sehingga menjauhkan kita dari sifat konsumtif.
·                 Teknik penanaman hidroponik dapat menjadi solusi penghijauan selanjutnya apabila lahan yang kita punya tidak cukup memadai untuk ditanami tumbuhan hijau.
·                 Teknik penanaman hidroponik adalah teknik menanam tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan benda lain seperti sabut kelapa yang diberi unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan hijau.
·                 Penghijauan di lingkungan sekolah juga sangat dibutuhkan. Kondisi udara yang sejuk, nyaman dan segar di lingkungan sekolah dapat mengoptimalkan proses belajar mengajar siswa.
Penerapan penghijauan lingkungan sekitar harus diterapkan kepada siswa sejak dini demi terwujudnya generasi yang peduli terhadap lingkungan. Sekolah adalah tempat yang tepat untuk menerapkan pentingnya penghijauan kepada siswa selain di rumah.
·                 Pembuatan taman kota serta hutan kota dapat mengoptimalkan upaya penghijauan, tentunya dengan partisipasi masyarakat. Keberadaan taman kota serta hutan kota juga dapat mengurangi tingkat polusi udara serta dapat menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat.
·                 Disiplin membuang sampah pada tempatnya dapat mendukung upaya penghijauan. Lingkungan yang telah kita tanami oleh tumbuh-tumbuhan hijau tentunya tidak boleh tercemari oleh limbah maupun sampah, karena dapat menimbulkan pemandangan yang tidak sedap.
Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dalam masalah ini. Apabila masyarakat dengan sadar tidak membuang sampah sembarangan, tentu dampak positifnya juga dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

Peranan Manusia Terhadap Lingkungan
Ada beberapa peranan manusia terhadap lingkungan, yaitu:
1. Manusia sebagai makhluk yang paling dominan secara ekologi artinya manusia mempunyai pengaruh yang besar terhadap lingkungan tempat hidupnya dan organisme lainnya.
2. Manusia sebagai makhluk pembuat alat artinya manusia dalam melakukan aktivitasnya membutuhkan alat bantu untuk mempermudah kerja mereka.
3.  Manusia sebagai makhluk perampok artinya manusia sebagai makhluk yang omnivora (pemakan segala) akan memakan makanan yang menjadi makanan makhluk hidup lain baik yang bersifat karnivora maupun makhluk herbivora.
4.  Manusia sebagai makhluk penyebab evolusi artinya sebagai contoh tanaman anggrek yang sebelumnya dapat tumbuh liar tanpa perlu disiram dan dipupuk, sekarang setelah dijadikan manusia sebagai tanaman hias tidak akan bisa tumbuh subur jika tidak disiram dan dipupuk.
5. Manusia sebagai makhluk pengotor Kotoran hewan dan tumbuhan dapat hancur secara alami, sedangkan manusia ada yang mampu terurai di alam secara alami ada yang tidak, hal ini merupakan penyebab kotornya ekosistem.
Dampak Kerusakan Alam
Terdapat dua faktor dampak kerusakan alam, yaitu:
1.              Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
2.              Perburuan liar.
3.              Merusak hutan bakau.
4.              Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
5.              Pembuangan sampah di sembarang tempat.
6.              Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).

Sabtu, 22 Februari 2020

Bangunan Konservasi Tanah dan Air



Konservasi tanah dan air atau seringkali disebut KTA merupakan suatu tindakan pengawetan terhadap kualitas dan kuantitas tanah dan air. Konservasi tanah dan air sendiri sebenarnya gabungan dari istilah konservasi tanah dan konservasi air,
Konservasi tanah menurut Arsyad (1989), adalah penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.
Konservasi tanah secara umum diartikan sebagai penempatan tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.Dalam arti sempit konservasi tanah sendiri adalah upaya untuk mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi.
Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin dan pengaturan waktu aliran air dengan cara meresapkan air ke dalam tanah agar pada musim hujan tidak terjadi banjir dan pada musim kemarau air untuk kebutuhan hidup masih tersedia.KTA ini bertugas untuk memelihara tanah dan air dari kerusakan. Kerusakan yang dapat terjadi pada tanah di antaranya adalah:
·           Hilangnya unsur hara dan bahan organik di daerah perakaran tanah
·         Terakumulasinya garam di daerah perakaran (salinisasi) 
·         Jenuhnya air tawar pada akar atau batang bagian bawah suatu tanaman
·        Erosi
Sedangkan jenis-jenis kerusakan yang dapat terjadi pada badan air adalah:
·       Mengeringnya mata air akibat volme air tanah yang semakin sedikit
·      Menurunnya kualitas air akibat adanya sedimen hasil erosi
·      Tercampurnya limbah
·    Masuknya unsur hara pada badan air sehingga terjadi eutrofikasi
Permasalahan-permasalahan yang terjadi di tanah maupun air tersebut dapat diatasi salah satunya dengan menggunakan teknik konservasi tanah dan air.
Tujuan dari kegiatan konservasi tanah sendiri adalah untuk mencegah erosi, memperbaiki tanah yang rusak, serta memelihara dan meningkatkan produktivitas tanah agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
Sedangkan tujuan dari adanya konservasi air adalah:
1.    Menjamin ketersediaan air untuk generasi mendatang
2.    Penghematan energi yang cukup besar untuk pemompaan air, pengiriman, dan fasilitas pengolahan air limbah
3. Konservasi habitat yaitu penggunaan air oleh manusia yang diminimalisir untuk membantu mengamankan simpanan sumber air bersih untuk habitat liar lokal dan penerimaan migrasi aliran air

Metode Konservasi Tanah dan Air

Ø    Metode Vegetatif


Metode vegetatif adalah penggunaan tanaman atau bagian-bagian tanaman atau sisa-sisanya untuk mengurangi daya tumbuk butir air hujan yang jatuh, mengurangi jumlah dan kecepatan aliran permukaan yang pada akhirnya mengurangi erosi tanah

Jenisnya

          1.         Pertanaman Lorong

Pertanaman lorong (alley cropping) adalah konservasi tanah dan air dengan sistem bercocok tanam barisan tanaman perdu leguminosa ditanam rapat (jarak 10-25 cm) mengikuti garis kontur (nyabuk gunung) sebagai tempat pagar. Menerapkan teknik ini pada lahan yang miring jauh lebih murah biayanya daripada membuat teras bangku.
Teknik ini pun cukup efektif dalam menahan erosi. Setelah 3-4 tahun setelah pembuatan tanaman lorong maka akan tercipta teras dengan sendirinya, hal ini pulalah yang menyebabkan metode ini disebut teras kredit

         2.         Sistem Silvopastura

Sistem silvopastura merupakan salah satu bentuk dari system ttumpangsari Prinsip dari sistem ini adalah menanam pakan di bawah tegakan pohon. Pakan ternak ini dapat berupa rumput gajah, setaria, dan lain-lain.
Di Indonesia sendiri dikenal beberapa macam teknik silvopastura, di antaranya adalah (1) tanaman pakan di hutan tanaman industri, (2) tanaman pakan di hutan sekunder, (3) tanaman pohon-pohonan sebagai tanaman penghasil pakan, dan (4) tanaman pakan sebagai pagar hidup.
3.    Pemberian Mulsa
Pemberian mulsa bermaksud untuk menutupi permukaan tanah agar terhindar dari pukulan butiran hujan. Pemberian mulsa merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mencegah erosi, terutama jenis erosi percik.
Mulsa yang berasal dari bahan organik memiliki fungsi lain, yaitu memberikan bahan-bahan organik pada tanah. Bahan organik yang dapat dijadikan mulsa dapat berasal dari sisa tanaman, hasil pangkasan tanaman pagar dari sistem penanaman lorong, hasil pangkasan tanaman penutup tanah, atau didatangkan dari luar lahan pertanian.

Ø    Metode Mekanik

Metode makanik adalah semua perlakuan fisik mekanik yang diberikan tanah dan pembuatan bangunan untuk mengurangi aliran permukaan dan erosi, dan meningkatkan kemampuan penggunaan tanah.
Metode mekanik dalam KTA dapat berupa:
1.             Pengolahan tanah
2.             Guludan
3.             Teras
4.             Cek Dam
5.           Waduk 
6.             Rorak
7.             Perbaikan drainase
8.             Irigasi
9.             Sumur resapan
10.         Lubang resapan




Ruang Lingkup Konservasi Tanah dan Air
Ruang lingkup konservasi tanah dan air sangat kompleks dan sangat membutuhkan disiplin ilmu yang lainnya, seperti ilmu biologi, hidrologi, dan teknik konservasi tanah. Secara garis besar dapat diketahui bahwa ruang lingkup KTA meliputi:
1.         Erosi
1.         Siklus air
2.         Faktor-faktor yang mempengaruhi erosi
3.         Metode konservasi tanah dan air
4.         Tanaman penutup tanah, pergiliran tanaman, dan wanatani (agroforestri)
5.         Klasifikasi pengolahan lahan
Perencanaan konservasi tanah dan air dapat dilakukan dengan pendekatan kemasyarakatan. Pelibatan masyarakat dalam hal ini sangat penting karena masyarakat memiliki andil yang sangat besar dalam usaha konservasi tanah dan air.
Keunggulan dari adanya sistem KTA partisipatif ini adalah:
1.         Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan
2.         Masyarakat mau dan percaya diri dalam membuat perencanaan konservasi tanah dan air di lingkungannya
3.         Masyarakat merasa dihargai karena karyanya menjadi perhatian semua pihak
4.         Menciptakan kerja sama yang sinergis antar stakeholder (pemerintah, swasta, dan masyarakat)
Beberapa kelemahan dari sistem ini adalah:
1.         Perlunya sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat
2.         Perlunya pendampingan dalam proses kemandirian dan mengakses sumber daya
3.        Pendampingan kurang efektif apabila tenaga pendamping berganti-ganti dari tahun ke tahun
4.         Membutuhkan waktu yang lama untuk menciptakan kerja sama yang sinergis
5.    Sosialisasi di lingkungan pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang KTA sendiri,
6.    Sosialisasi kepada masyarakat menerangkan tentang masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam jangka panjang maupun jangka pendek terhadap pengelolaan tanah dan air.
 
Sosialisasi di lingkungan pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang KTA sendiri, hal ini berguna untuk memudahkan mensinergikan program KTA partisipatif dengan berbagai program pemda yang sudah ada.
Sosialisasi kepada masyarakat menerangkan tentang masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam jangka panjang maupun jangka pendek terhadap pengelolaan tanah dan air. Setelah menjelaskan mengenai berbagai masalah yang sekiranya akan muncul, barulah dijelaskan mengenai pentingnya melakukan konservasi tanah dan air. Selain itu, dijelaskan juga mengenai peran penting masyarakat dalam melakukan KTA di daerahnya sendiri.