Kamis, 24 Februari 2022

Dengan menanam pohon kelangsungan hidup tetap terjaga

 



 Pohon yang ditanam dalam aktivitas penghijauan boleh bermacam- macam jenis pohon. Biasanya pohon yang ditanam adalah pohon- pohon yang mempunyai banyak fungsi, seperti sebagai penyimpan air di dalam akar, yang mempunyai kayu yang serbaguna, atau yang berbuah lebat. Beberapa jenis pohon yang biasa ditanam dalam aktivitas penghijauan adalah pohon bakau, pohon jati, pohon akasia, dan lain sebagainya. Penghijauan biasanya dilakukan ditempat- tempat yang belum banyak ditumbuhi oleh pepohonan dan perlu untuk ditanami pepohonan, seperti area lapang di perkotaan (semacam taman kota), pinggir jalan, di batas pemisah jalan, dan lain sebagainya. Selain itu, penghijauan biasanya juga dilakukan di lingkungan sekolah untuk menanamkan rasa cinta lingkungan kepada siswa, dan sikap peduli terhadap alam.

Perbedaan penghijauan dengan Reboisasi

Kita sudah mengenal penghijauan dari penjelasan di atas. Selain penghijauan pasti kita pernah mendengar kata . Ya, reboisasi juga merupakan salah satu kata yang berhubungan dengan pohon. Kita sering mendengar reboisasi merupakan penghijauan yang dilakukan di hutan gundul. Dengan demikian, yang dimaksud dengan reboisasi merupakan penanaman hutan kembali, yakni hutan yang sudah gundul agar dapat berfungsi dengan baik, yakni sesuai dengan peruntukkannya lagi.

Mengenai penghijauan dan reboisasi dalah sebuah aktivitas atau kegiatan yang mirip, bahkan terlihat sama. Letak kesamaan di keduanya adalah sama- sama menanam pohon di suatu lahan. Tujuan dari menanam pohon inipun juga sama, yakni agar lingkungan tetap terjaga kelestariannya dan lebih sehat karena banyak mempunyai pepohonan yang berperan sebagai paru- paru dunia. Meskipun keduanya mirip, bahkan terbilang sama, namun antara penghijauan dan reboisasi ini mempunyai perbedaan seperti yang telah disebutkan di atas.

Manfaat Pohon

Penghijauan merupakan salah satu perbuatan mulia. Mengapa? Tentu saja karena pohon merupakan makhluk Tuhan yang mempunyai segudang manfaat. Sebelum membahas mengenai manfaat penghijauan, sebaiknya kita mendengar dahulu mengenai manfaat dari pohon. Beberapa manfaat dari pohon antara laun sebagai berikut:

·        Sumber penghasil oksigen

Pohon merupakan makhluk hidup yang sangat penting karena pohon adalah sumber oksigen atau penghasil oksigen yang paling besar. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya oksigen merupakan gas yang paling dibutuhkan oleh manusia, karena manusia memerlukannya untuk bernafas. Dengan demikian kehadiran oksigen sangat diperlukan. Sejalan dengan aktivitas manusia sehari- hari kita dapat membayangkan berapa banyak oksigen yang digunakan untuk bernafas oleh manusia dan diubah menjadi karbondioksida. Karena manusia harus selalu bernafas, maka stock oksigen pun tidak boleh habis. Pohon menghasilkan oksigen di siang hari karena proses fotosintesisnya. Maka dari itulah kita seringkali merasa lebih sejuk ketika berada di bawah pohon pada siang hari. Semakin banyak pepohonan maka akan semakin banyak oksigen yang dihasilkan.

·        Menyerap air dan mengunci di akarnya

Selain sebagai sumber oksigen, fungsi pohon yang juga utama adalah menyerap air dan menguncinya ke dalam akar. Dengan demikian air yang terserap ke dalam akar bisa bertahan di sana dan kita mengenalnya sebagai air tanah . Air tanah sangat banyak sekali manfaatnya, selain menyuburkan tanah, air tanah juga dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan manusia. Dengan menyerap air ke dalam tanah, maka pohon telah menabung debit air yang ada di bumi. Dengan menguncinya di dalam tanah maka air tidak akan mudah untuk hilang lagi. Dengan demikian, pohon sangat penting kaitannya dengan penyimpanan air yang berasal dari hujan.

·        Mencegah terjadinya banjir

Secara tidak langsung keberadaan pepohonan di bumi dapat mencegah terjadinya banjir. Mengapa demikian? Hal ini karena fungsi pohon yang telah dijelaskan sebelumnya, yakni menyerap adanya air di dalam bumi. Air yang diserap ke dalam tanah mengurangi debit air yang ada di permukaan bumi, sehingga tidak terjadi kelebihan air dan tidak terjadi  . Maka dari itu di beberapa area yang banyak ditanami pohon, kita jarang melihat bencana banjir terjadi. Hal ini karena sirkulasi air terjaga dan air tersimpan ke dalam tanah berkat keberadaan akar- akar pohon. Semakin besar ukuran pohon, maka kapasitas untuk menyimpan air di dalamnya semakin besar pula. Jenis akar pepohonan juga mempengaruhi banyak sedikitnya air yang terserap ke dalam tanah, maka dari itulah kita sebaiknya memilih jenis pohon yang sangat sesuai dengan fungsi yang kita harapkan.

·        Mencegah terjadinya tanah longsor

Pepohonan selain dapat mencegah terjadinya banjir, juga dapat mencegah terjadinya . Tanah longsor merupakan bencana alam yang berupa longsornya tanah di area tinggi. keberadaan akar- akar pohon dapat memperkuat struktur tanah sehingga membuatnya tidak mudah mengalami longsor. Pohon juga semakin membuat tanah menjadi padat karena akar- akarnya, tanah yang padat tentu tidak akan mudah mengalami longsor. Maka dari itulah di tanah yang mempunyai struktur miring, perlu di tanami banyak pepohonan untuk memperkuat struktur tanahnya sehingga tidak mudah mengalami kelongsoran. Seperti yang kita lihat di daerah pegunungan, kita mendapati banyak pohon yang ditanam di daerah pegunungan  terutama di lahan miringnya. Dan hal itu membuat daerah pegunungan tersebut idak mudah mengalami longsor.

·        Mengatasi kekeringan

Fungsi dari pepohonan yang selanjutnya adalah mengatasi kekeringan. Hal ini juga tidak lepas dari fungsi akar pohon yang menyerap air. Akar- akar pepohonan yang menyerap air, akan menyimpannya di dalam tanah. Air yang tersimpan di dalam tanah akan bisa digunakan sewaktu- waktu, terlebih ketika musim kemarau datang. Ketika musim kemarau tiba, kita tidak mempunyai banyak cukup air seperti ketika musim hujan. Dengan demikian kita memerlukan air dari sumber- sumber di dalam tanah. Jika kita banyak menanam pohon, maka air yang tersimpan di dalam tanah pun jumlahnya juga banyak. Sebaliknya, jika kita tidak menanam pohon, maka tidak ada air yang tersimpan di dalam tanah sehingga sangat sulit bagi kita untuk menemukan sumber air di dalam tanah tersebut.

Nah, itulah beberapa fungsi atau manfaat dari pepohonan yang mana menjadikan kita untuk banyak menanam pohon. Pepohonan sangat banyak manfaatnya, selain bagi lingkungan seperti yang telah dijelaskan di atas, pepohonan juga dapat mengindahkan lingkungan, menyejukkan mata dan memberikan tempat tinggal seta makanan bagi berbagai macam makhluk hidup.

Manfaat Penghijauan

Kita telah mengetahui tentang pohon dan juga segudang manfaat yang dipunyainya. Karena pohon mempunyai banyak manfaat, tentu saja menanam pohon merupakan perbuatan yang mulia dan mempunyai banyak manfaat pula. Apa saja manfaat yang akan dihasilkan ketika kita melakukan penghijauan? Beberapa manfaat yang dapat dihasilkan dari program penghijauan antara lain sebagai berikut:

·        Mencegah banjir

Manfaat penghijauan sejatinya sama seperti manfaat pohon seperti yang telah kita bahas sebelumnya. Namun penghijauan menjadi semakin banyak manfaatnya karena pohon yang ditanam lebih dari satu. Salah satu manfaat penghijauan adalah mencegah terjadinya banjir. Hal ini sangat bermanfaat apabila dilakukan di daerah perkotaan, dimana aktivitas padat sehingga lebih banyak bangunan daripada lahan kosong. Oleh karena banyaknya bangunan, sehingga di kota sangat jarang ditemukan tanah lapang. Jalan- jalan dan halaman rumah pun rata- rata sudah dilapisi semen atau aspal sehingga air hujan tidak dapat terserap masuk. Ditambah dengan saluran air yang kurang efektif dan juga banyaknya sampah, akan membuat banjir lebih berpotensi terjadi. Oleh karena itu sangat penting bagi warga perkotaan untuk melakukan pengijauan, khususnya di tengah kawasan penduduk seperti hutan atau taman kota, di halaman warga atau di pinggir jalan supaya potensi terjadinya banjir lebih berkurang.

·        Menjaga kualitas air

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting keberadaannya. Tidak ada makhluk hidup yang dapat bertahan hidup tanpa adanya air, maka dari itulah air harus dilestarikan. Selain dilestarikan, air juga perlu untuk dijaga kualitasnya karena air merupakan minum bagi manusia. salah satu cara untuk menjaga kualitas air di sekitar kita adalah dengan melakukan penghijauan. Akar- akar pohon yang kita tanam akan menyerap air hujan yang turun kemudian akan menguncinya di dalam tanah. Akar pohon juga berfungsi untuk menyaring air sehingga air tanah menjadi lebih bersih, lebih jernih dan lebih berkualitas dibandingkan dengan air hanya diserap oleh tanah saja tanpa melalui penyaringan dari akar pohon. Maka dari itulah penghijauan bisa dilakukan setidaknya di halaman rumah sendiri.penduduk seperti hutan at

·        Mengurangi polusi udara

Dengan melakukan penghijauan kita juga bisa mengurangi terjadinya polusi udara merupakan hal yang sangat sulit dihindari di era modern ini, terlebih di daerah perkotaan yang full dengan kendaraan dan juga mesin- mesin pabrik. Oleh karena itulah polusi udara lebih banyak ditemukan di perkotaan daripada di desa. Selain di desa penggunaan mesin atau kendaraan lebih sedikit daripada dikota, di desa juga lebih banyak ditemukan pohon. Pohon melakukan fotosintesis di siang hari. fotosintesis akan menghasilkan oksigen yang akan memerangi berbagai gas yang tidak baik akibat dari polusi udara. Maka dari itulah gas- gas jahat akan bisa dikontrol oleh gas baik dari hasil fotosintesis pohon- pohon ini dan polusi udara pun bisa dikurangi. Maka dari itulah kita lebih bisa merasakan sejuk dan segar ditempat yang banyak mempunyai pohon daripada di tempat yang gersang tanpa pohon. Meskipun menggunakan pendingin udara, namun kesegaran yang dihasilkan berbeda dengan kesegaran alami oleh pohon. Dengan demikian penghijuan sangat perlu di lakukan terlebih di daerah perkotaan yang menghasilkan lebih banyak polutan, seperti di jalan- jalan atau di tengah kota.

·        Melindungi satwa

Manusia mempunyai tempat tinggal berupa rumah, sementara rumah bagi binatang adalah di pepohonan. Banyak jenis binatang yang tinggal di pepohonan, seperti burung, tupai, dan berbagai serangga. Dengan demikian apabila kita melakukan penghijauan dengan menanam berbagai jenis pohon, maka secara tidak langsung kita ikut melestarikan berbagai macam satwa. Selain itu, dengan mendengar kicauan burung atau suara serangga lainnya akan membuat pikiran dan hati menjadi tenang. Hal ini akan sekaligus menjadi terapi bagi kita, terutama yang tinggal diperkotaan dan disibukkan oleh pekerjaan yang sangat banyak. Maka dari itu, tidak ada salahnya melakukan penghijauan setidaknya di sekitar rumah kita sendiri.

·        Pengontrol iklim

Penghijauan juga sangat berperan bagi pengontrol iklim. Iklim sangat berkaitan dengan cuaca yang ada di sekitar kita. Akhir- akhir ini iklim sedikit sulit diprediksi karena pengaruh pemanasan global. Pemanasan global terjadi karena disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah gas- gas rumah kaca yang dihasilkan oleh polusi udara. Maka dari itulah perlu sekali untuk dilakukan penanaman pohon atau penghijauan agar dapat memerangi berbagai macam gas- gas tidak baik tersebut agar iklim lebih terkontrol. Ketika iklim telah terkontrol maka cuaca menjadi lebih teratur dan cuaca menjadi lebih mudah untuk diprediksi.

·        Mengurangi dampak hujan asam

Selain menjadi pengontrol iklim, penghijauan juga dapat mengurangi dampak hujan asam.  merupakan hujan yang turun dan mempunyai tingkat keasaman atau Ph dibawah 5,6. Hujan asam biasanya terjadi di daerah yang banyak polusi udaranya. Maka dari itulah perkotaan sangat membutuhkan pepohonan dan salah satunya adalah untuk mengurangi dampak hujan asam. Perlu kita ketahui bahwasannya hujan asam akan banyak menimbulkan dampak seperti mudah menyebabkan besi menjadi karatan dan lain sebagainya. Pepohonan akan memeragi gas- gas tidak baik, khususnya golongan polutan udara agar tidak menimbulkan terjadinya hujan asam.

·        Mengurangi debu

Keberadaan polusi udara tidak hanya identik dengan gas- gas polutan yang berbahaya, namun juga berhubugan dengan partikel debu- debu kecil yang berterbangan di udara. Debu- debu banyak ditimbulkan oleh kendaraan yang berlalu lalang dan juga oleh berbagai macam mesin- mesin yang bersifat modern. Debu- debu ini apabila tidak dikontrol dan dikendalikan jumlahnya maka akan membuat berbagai macam masalah. Maka dari itulah debu- debu tersebut harus dikurangi jumlahnya. Salah satu caranya untuk mengurangi debu- debu tersebut adalah dengan menanam pepohonan. Pepohonan rimbun dengan banyak daun akan membuat debu- debu menjadi berkurang jumlahnya dan hal ini akan membuat udara dan lingkungan menjadi lebih bersih daripada jika tidak ada pepohonan di suatu tempat. an dengan partikel debu- debu kecil

·        Mencegah terjadinya efek rumah kaca

Penghijauan atau penanaman pohon juga akan mencegah terjadinya efek rumah kaca. Efek rumah kaca merupakan peristiwa yang disebabkan oleh gas- gas jelek hasil polusi udara, seperti karbondioksida, karbon monoksida, dan gas- gas lainnya. Gas- gas tersebut apabila banyak dihasilkan di bumi dari asap- asap kendaraan, akan naik ke atas dan berkumpul di atmosfer bumi. Ketika sinar matahari memasuki bumi maka sinar matahari tersebut terjebak dan sulit untuk kembali seperti sistem rumah kaca. Dengan demikian, banyak sinar matahari yang terjebak di dalam bumi membuat suhu bumi menjadi hangat atau lebih panas daripada biasanya dan apabila dibiarkan dalam waktu lama, maka akan menyebabkan berbagai dampak yang bersifat negatif. Maka dari itulah sangat penting bagi manusia untuk melakukan penghijauan, karena efeknya akan sangat signifikan terutama untuk mencegah pemanasan global.

·        Mempertegas arah jalan

Penghijauan adalah salah satu hal yang dapat kita gunakan untuk mencari petunjuk jalan, karena dapat mempertegas arah jalan. Kita past pernah melewati jalan besar di tengah kota, dimana jalan tersebut bercirikan tanaman- tanaman yang berjajar di tengah- tengah (pembatas jalan) maupun di pinggir jalan. Apabila kita sampai di pertigaan atau perempatan, dan sebagainya terkadang kita bingung. Apabila tidak menemukan tanda atau petunjuk jalan, maka salah satu yang dapat kita lakukan adalah degan mengikuti arah pepohonan yang telah ditanam. Dengan demikian kita tidak terlalu kesulitan, karena biasanya pohon- pohon ditanam mengikuti jalur atau rute jalan tertentu.

·        Melindungi pejalan kaki dan pengendara sepeda

Tata kota yang baik adalah kota yang memiliki area hijau untuk para pejalan kaki. Car free area dan juga pedestrian sangat diperlukan untuk menjaga kebiasaan masyarakat untuk berjalan kaki dan juga bersepeda, karena sejatinya kendaraan tidak bagus karena menimbulkan banyak polusi udara. Area khusus untuk pejalan kaki dan juga pengendara sepeda akan lebih sejuk dengan menambahkan banyak pepohonan disana. Selain tidak akan kepanasan, masyarakat juga akan merasakan kesejukan karena adanya pepohonan. Car free are dan pedestrian area biasanya juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat duduk yang akan digunakan untuk santai- santai, sehingga kehadiran pepohonan akan semakin menambah indah pemandangan.

·        Bahan baku pupuk kompos

Siapa sangka dengan melakukan penghijauan, selain mendapatkan manfaat untuk lingkungan juga bisa membuat persediaan pupuk kompos. Dedauan dari pohon yang gugur dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakum membuat pupuk kompos. Cara membuat pupuk kompos adalah dengan membuat cekungan besar atau semacam lubang. Setelah itu dedaunan dimasukkan ke dalam lubang dan ditutup. Setelah itu biarkan hingga beberapa hari, maka dedaunan itu akan membusuk secara alami dan menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos yang merupakan pupuk alami dapat digunakan untuk menyuburkan berbagai jenis tanaman.

·        Memperindah pemandangan

Pepohonan yang ditanam di suatu tempat secara tidak langsung membuat pemadangan menjadi lebih indah dan lebih segar, sehingga siapapun yang memandangnya menjadi tidak bosan. Selain memperindah pemandangan, memandangi pemandangan hijau juga akan membuat pikiran lebih fresh dan hati lebih tenang. Sehingga menumbuhkan banyak inspirasi bagi kita.

·        Pemecah angin

Pepohonan juga dapat menjadi pemecah angin. Angin kencang yang terjadi, misal ketika hujan turun, maka angin kencang dapat dipecah oleh pepohonan sehingga kekuatannya tidak sampa menimbulkan banyak kerusakan. Karena dapat memecah kekeuatan angin, maka pepohonan menjadi sangat penting sebagai pelindung dari datangnya angin kencang supaya tidak menimbulkan banyak kerusakan.

·        Desain interior bangunan

Akhir- akhir ini, sejalan dengan kreativitas manusia yang semakin bertambah, lebih banyak yang menyukai desain ruangan berkonsep outdoor alami, misalnya ditengah- tengah pepohonan. Selain pemandangannya lebih indah dan membukan pikiran kita (menumbuhkan banyak inspirasi), konsep ruangan outdoor ini juga dapat menghemat linstrik karena kita tidak perlu memasang banyak AC untuk membuat cuaca menjadi dingin. Maka dari itulah penghijauan penting juga untuk dilakukan sebagai salah satu alternatif desain.

·        Alternatif sarana belajar

Belajar tidak melulu di kelas. Sekali- kali mengajak anak- anak untuk belajar di tengah- tengah pepohonan akan menambah betah belajar dan tidak bosan.

Nah, itulah beberapa manfaar dari penghijauan. Penghijauan dapat kita lakukan mulai dari lingkungan sekitar tempat tinggal kita sendiri, misal di halaman rumah. Setelah dimulai dari diri sendiri, kita juga bisa mengajak tetangga dan teman kita untuk sama- sama melakukan penghijauan.



 

Jumat, 03 Desember 2021

Monitoring dan Evaluasi Tanaman Produktif Tahun 2021

 



Laju pertumbuhan penduduk diperkotaan semakin meningkat dari waktu ke waktu, yang akan mendesak suatu kota untuk mengalami perubahan secara fisik. Perubahan tersebut terlihat pada peralihan fungsi lahan pertanian disekitar perkotaan menjadi kawasan fasilitas, seperti perumahan-perumahan, gedung gedung atau pabrik dan fasilitas lainnya. Sehingga dengan adanya peralihan fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian akan mempersempit ruang terbuka untuk kawasan perkotaan dan berdampak terjadinya pemanasan global. Selain itu, dampak dari pengalihan fungsi lahan juga akan mengakibatkan terjadinya penurunan lahan terbuka untuk bercocok tanam yang akan mempengaruhi keberlangsungan hidup populasi penduduk di suatu wilayah perkotaan, dan akan merubah peradaban pola hidup penduduk yang konsumtif. Melihat dari permasalahan tersebut kesadaran untuk bercocok tanam dalam masyarakat disuatu wilayah perkotaan dapat dijadikan sarana untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sumberdaya alam yang ada di kota.

Selain itu, masyarakat kota yang pada umumnya memiliki kesibukan kerja dengan mengembangkan tanaman produktif dirumahnya dapat menjadi media untuk memanfaatkan waktu luang. Hal tersebut dapat membantu masyarakat perkotaan untuk menghasilkan aneka kebutuhan bahan pangan dan menjaga keberlanjutan lingkungan dengan menggunakan dukungan konsep teknologi

Musim hujan telah tiba, saatnya memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam berbagai tanaman produktif. Pekarangan merupakan lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal. Lahan ini jika dipelihara dengan baik akan bermanfaat bagi kita.


Musim hujan adalah saat yang paling tepat untuk bercocok tanam. Dimana kebutuhan air terpenuhi sehingga kita dapat memanfaatkan pekarangan sekecil apapun untuk menanam tanaman produktif. Untuk memperoleh bibit tanaman pun tidak sulit dan dapat dengan mudah ditemukan. Jika dirawat dan dipelihara dengan baik, pekarangan akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi kita.

Hijaunya lingkungan sekitar akan memberikan nuansa yang sejuk, nyaman dan asri sehingga membuat kita betah tinggal di rumah. Dengan kata lain menanam tanaman produktif di pekarangan akan memberi keuntungan ganda, yaitu kepuasan jasmani dan rohani. Pemanfaatan lahan pekarangan baik di daerah pedesaan maupun perkotaan bisa mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan potensi pangan lokal yang dimiliki masing-masing





Monitoring dan evaluasi kegiatan penanaman tanaman produktif merupakan salah satu upaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman yang telah di tanam. Setiap 6 bulan sekali hendaknya dilakukan monitoring dan evaluasi.

 






Rabu, 17 November 2021

Penanaman Bersama Tanaman Produktif 2021 mendukung program Seger Tanpo AC

   Menanam pohon berguna untuk melestarikan lingkungan. Selain itu, banyak juga dampak baik yang dapat dirasakan oleh manusia dan hewan jika pohon-pohon terus ditanam dan tubuh dengan lebat. 

Polusi yang sudah menutupi udara seolah jadi makanan sehari-hari di kota besar. Semakin lama, udara kotor ini bisa membuat tubuh kita semakin sakit. Selain membatasi penggunaan kendaraan pribadi, salah satu solusi untuk membuat udara lebih segar adalah dengan menanam lebih banyak pohon. Manfaat menanam pohon pun tak hanya berhubungan dengan kesehatan, tapi juga lingkungan kita. Manfaat menanam pohon mungkin tidak bisa langsung kita rasakan dalam waktu singkat. Namun di masa depan, usaha ini akan sangat berguna bagi anak-anak dan cucu kita kelak, agar mereka bisa tumbuh di lingkungan dengan udara yang bersih dan bebas dari penyakit. Ada banyak manfaat menanam pohon, mulai dari membersihkan udara hingga meredakan stres. 

Di Kabupaten Ponorogo ada Kegiatan Penanaman bersama Tanaman produktif yang berada dei beberapa KEcamatan. Diantaranya : 

1. Penanaman di Desa Karangan Kecamatan Balong dengan Pokmas Kemuning dengan jenis bibit 

a. Alpokat jumlah 250 batang 

b. Jambu air Dalhari 750 batang







2. Penanaman di Desa Tanjungrejo Kecamatan Badegan dengan Pokmas Tanjungrejo Manunggal dengan jenis bibit :

a. Durian jumlah 250 batang

b. Alpokat jumlah 500 batang

c. Sawoo jumlah 500 batang 

d. jambu air dalhari jumlah 250 batang 




3. Penanaman di Desa Baosan Kidul Kecamatan Ngrayun dengan Pokmas Joyo Mulyo dengan jenis bibit :

a. Durian jumlah 500 batang

b. Alpokat jumlah 500 batang



Manfaat Penanaman di antaranya adalah : 

1. Membuat udara jadi lebih segar.

        2. Menjaga kesehatan mental

        3. Mengurangi paparan sinar UV ke kulit

        4. Mengurangi dampak perubahan iklim

        5. Mencegah polusi air

        6. Menambah cadangan air tanah

        7. Menjaga populasi makhluk hidup

        8. Mencegah banjir

        9. Mencegah erosi tanah




Selasa, 12 Oktober 2021

BUDIDAYA KAPULAGA

 

Kapulaga adalah sejenis rempah yang dihasilkan dari biji beberapa tanaman dari genera Elettaria dan Amomum dalam keluarga Zingiberaceae (keluarga jahe-jahean). Kedua genera ini adalah tanaman asli BangladeshBhutanIndiaIndonesiaNepal, dan Pakistan; biji kapulaga dapat dikenali dari biji polongnya yang kecil, penampang irisan segitiga, dan berbentuk gelendong kumparan, dengan kulit luar yang tipis, dan biji hitam yang kecil.

Kapulaga sering digunakan sebagai rempah (bumbu) untuk masakan tertentu dan juga untuk campuran jamu atau obat-obatan herbal tradisional. Kapulaga dapat dijadikan anti-depresan, caranya dengan mencampurkannya di air dalam gelas, tunggu hingga mengendap (sekitar 30 menit); sebelum dan saat diminum, dapat diselang dengan menghirup aromanya. Tidak hanya itu kapulaga bahkan menjadi salah satu komoditas ekspor yang penting terutama untuk di negara-negara timur tengah, mesir dan India

Ada dua macam kapulaga yang banyak digunakan di Indonesia, yakni kapulaga jawa (Amomum compactum) dan kapulaga seberang atau kapulaga india (Elettaria cardamomum); keduanya termasuk ke dalam suku jahe-jahean atau Zingiberaceae.



Kapulaga India diperkenalkan ke Guatemala oleh pengusaha perkebunan kopi asal Jerman, Oscar Majus Kloeffer, sebelum Perang Dunia.  Kini Guatemala menjadi penghasil kapulaga terbesar di dunia, diikuti oleh India. beberapa negara seperti Sri Lanka dan Indonesia juga membudidayakannya. Polong biji Elettaria berwarna hijau terang, sementara polong bidcji Amomum lebih besar dan berwarna cokelat tua.

Kini kapulaga adalah rempah termahal ketiga di dunia, setelah saffron dan vanilla.

CARA BUDIDAYA KAPULAGA :

1.           Pemilihan Lokasi Penanaman. Kapulaga pada umumnya dilakukan dengan cara monokultur dan agroforestri atau lebih tepatnya tenaman yang memerlukan naungan dan paling baik ditanam bersama dengan tanaman lainnya seperti mahoni dan sengon.

2.           Pemilihan bibit yang berkualitas. pemilihan ini bisa dilakukan secara genetatif penyemaian biji maupun vegetatif atau menggunakan tunas yang baru.

3.           Pemeliharaan. Memelihara kapulaga hampir sama dengan memelihara tanaman pada umumnya. Seperti memberi pupuk, membersihkan rumput dan gulma, serta memusnahkan hama (HPT).

4.           Memanen. Tanaman kapulaga memiliki 2 masa panen. yang pertama pada umumnya kapulaga mulai berbunga pada umur 7-8 bulan. dan dapat di panen setelah umur 12-13 bulan. masa kedua adalah panen raya yang biasa terjadi pada bulan juli - oktober dan bulan Januari - April pada tahun ke dua.

5.           Pasca Panen. hal yang dilakukan setelah panen adalah pemipilan yaitu memisahkan kapulaga dari induknya. pembersihan yaitu membersihkan kapulaga dari segala kotoran yang menempel. penjemuran yaitu biasanya dilakukan penjemuran menggunakan sinar matahari langsung dengan lama pengeringan selama 4-5 hari. dan penyimpanan yang dikemas menggunakan karung pelastik. 



 

Selasa, 21 September 2021

Pencegahan Kebakaran Hutan

 

Kebakaran hutan ialah terbakarnya sesuatu yang menimbulkan bahaya atau mendatangkan bencana. Kebakaran dapat terjadi karena pembakaran yang tidak dikendalikan, karena proses spontan alami, atau karena kesengajaan. Proses alami sebagai contohnya kilat yang menyambar pohon atau bangunan, letusan gunung api yang menebarkan bongkahan bara api, dan gesekan antara ranting tumbuhan kering yang mengandung minyak karena goyangan angin yang menimbulkan panas atau percikan api (Notohadinegoro, 2006). Kebakaran yang terjadinya akibat kesengajaan manusia dikarenakan oleh beberapa kegiatan, seperti kegiatan ladang, perkebunan (PIR), Hutan Tanaman Industri (HTI), penyiapan lahan untuk ternak sapi, dan sebagainya (Hatta, 2008).

Setiap tahun kebakaran hutan terjadi di Indonesia. Kebakaran hutan yang sering terjadi sebagian besar diakibatkan oleh faktor kelalaian ataupun kesengajaan manusia dalam rangka pembukaan lahan secara besar besaran yang 5 dilakukan oleh perusahaan perkebunan dan kehutanan secara ilegal, baik untuk usaha pertanian, kehutanan maupun perkebunan dan hanya sebagian kecil saja yang disebabkan oleh alam (petir atau lava gunung berapi)

Perubahan suhu tanah dan hilangnya lapisan serasah, juga bisa menyebabkan perubahan terhadap karakteristik habitat dan iklim mikro. Kebakaran hutan menyebabkan bahan makanan untuk organisme menjadi sedikit, kebanyakan organisme tanah mudah mati oleh api dan hal itu dengan segera menyebabkan perubahan dalam habitat, hal ini kemungkinan menyebabkan penurunan jumlah mikroorganisme yang sangat besar dalam habitat. Efek negatif ini biasanya bersifat sementara dan populasi organisme tanah akhirnya kembali menjadi banyak lagi dalam beberapa tahun

Kebakaran hutan harus dicegah sedini mungkin agar tidak semaikin meluas. Untuk itu diperlukan upaya pencegahan. Berikut tips bagaimana menghindari kebakaran hutan:

·          Hindari membakar di area Hutan

Bagi masyarakat yang tinggal disekitar hutan ada baiknya untuk menghindari membakar rumput atau apapun yang dapat berpotensi api menjadi besar. ada baiknya saat membakar, ditunggu hingga api sampai padam.

·          Memantau Titik Api

Titik api di Indonesia sangat banyak, terutama di Provinsi Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Oleh sebab itu, harus ada pengawasan ketat di titik rawan kebakaran.

·        Melakukan patroli dan pengawasan lebih ketat

Melakukan patroli di kawasan hutan dilakukan oleh instansi terkait seperti Polisi Hutan. Rutin melakukan patroli dan pengawasan bisa mengurangi kebakaran hutan. Terutama jika dilakukan ketika musim kemarau.

·          Mendeteksi kebakaran hutan dan lahan sedini mungkin

Mencegah kebakaran bisa dengan mendeteksi dari mulai kecil, sehingga sebelum membesar, api bisa langsung dipadamkan. Langkahnya sebagai berikut

v Mendirikan menara pengawas dengan jarak pandang jauh yang dilengkapi sarana deteksi seperti teropong dan juga sarana alat komunikasi.

v Membuat pos jaga di sekitar area tanaman dan juga dikawasan perbatasan dengan penduduk ataupun di dekat lahan usaha.

v Memanfaatkan dengan baik data satelit terkait cuaca dan juga titik api dikawasan hutan.